KABARARENA.COM — Timnas Spanyol memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal yang berlangsung di Dallas Stadium.
Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang dominasi La Furia Roja atas Les Bleus setelah sebelumnya juga unggul pada Euro 2024 dan UEFA Nations League 2025.
Dua gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Oyarzabal melalui eksekusi penalti pada menit ke-22 dan Pedro Porro pada menit ke-58. Hasil itu mengantarkan pasukan Luis de la Fuente selangkah lebih dekat untuk meraih gelar juara dunia.
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung memperlihatkan permainan yang lebih matang dengan menguasai tempo pertandingan. La Furia Roja mampu mendominasi penguasaan bola sekaligus memaksa Prancis bermain di luar pola permainan terbaiknya.
Les Bleus beberapa kali mencoba menerapkan tekanan tinggi untuk merebut bola lebih cepat. Namun organisasi permainan Spanyol yang disiplin justru mampu memanfaatkan ruang kosong yang muncul akibat pressing tersebut.
Dominasi Spanyol juga tercermin dari statistik penguasaan bola. Pada babak pertama, mereka menguasai 55 persen ball possession dan hanya memberikan dua peluang kepada Prancis.
Gol pembuka lahir berkat tekanan tinggi yang diterapkan Spanyol ketika Prancis membangun serangan dari lini belakang. Kesalahan umpan Mike Maignan membuat situasi berubah cepat hingga Lucas Digne melakukan pelanggaran terhadap Lamine Yamal di kotak penalti.
Mikel Oyarzabal yang dipercaya menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Spanyol unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Prancis berusaha meningkatkan intensitas permainan. Namun rapatnya organisasi pertahanan Spanyol membuat aliran serangan Les Bleus terus terputus sebelum memasuki area berbahaya.
Memasuki babak kedua, Prancis tampil lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan. Situasi tersebut justru dimanfaatkan Spanyol melalui serangan balik cepat yang diselesaikan Pedro Porro menjadi gol kedua pada menit ke-58.
Selain tampil efektif di lini depan, pertahanan Spanyol juga menunjukkan performa impresif sepanjang pertandingan.
Kylian Mbappe yang datang ke semifinal dengan koleksi delapan gol sepanjang Piala Dunia 2026 gagal memberikan pengaruh signifikan. Penyerang berusia 27 tahun itu kesulitan menemukan ruang untuk berlari maupun menciptakan peluang berbahaya.
Michael Olise dan Ousmane Dembele juga gagal menghadirkan kreativitas yang dibutuhkan untuk membongkar pertahanan Spanyol.
Bahkan, sepanjang pertandingan Mbappe tidak mencatatkan satu pun tembakan yang mengarah ke gawang atau 0 shot on target, menegaskan keberhasilan lini belakang Spanyol dalam meredam ancaman terbesar Prancis.
Secara keseluruhan, Les Bleus hanya mampu menghasilkan peluang dengan kualitas yang sangat rendah. Pada babak pertama, nilai expected goals (xG) mereka bahkan hanya mencapai 0,04, menggambarkan minimnya ancaman yang berhasil diciptakan ke gawang Unai Simon.
Keberhasilan Spanyol melangkah ke partai puncak tidak hanya ditentukan oleh efektivitas penyelesaian akhir, tetapi juga permainan kolektif yang nyaris tanpa cela.
Pasukan Luis de la Fuente mampu mengontrol tempo pertandingan, memenangkan duel-duel penting, serta menutup setiap ruang yang berusaha dimanfaatkan para pemain Prancis.
Kemenangan 2-0 ini mengantarkan La Furia Roja ke final Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi.
Sementara itu, Prancis harus mengubur ambisi tampil di final untuk ketiga kalinya secara beruntun dan kini akan mengalihkan fokus menghadapi pertandingan perebutan tempat ketiga.












