KabarArena.com — Perdebatan seputar teknologi VAR kembali menghangat jelang Piala Dunia 2026. FIFA dikabarkan siap memperluas cakupan intervensi VAR, termasuk pada keputusan sepak pojok, sesuatu yang sebelumnya nyaris tak tersentuh. Wacana ini membuka babak baru dalam upaya federasi sepak bola dunia memastikan setiap pertandingan berlangsung seadil mungkin.
Menurut laporan Tribuna, FIFA tengah mempertimbangkan penambahan VAR pada dua aspek: penilaian apakah suatu situasi layak menjadi tendangan sudut, serta pengamatan ulang terhadap kartu kuning kedua.
Langkah ini lahir dari dorongan internal pejabat FIFA yang ingin turnamen empat tahunan itu berlangsung tanpa ketidakadilan. Mereka menilai, setiap detail kecil dapat berdampak besar pada hasil akhir, apalagi di era ketika tim-tim Eropa tengah rajin mencetak gol dari berbagai situasi bola mati.
Selama ini, keputusan mengenai kartu kuning kedua sepenuhnya berada di tangan wasit. VAR hanya boleh merekomendasikan intervensi jika terdapat dugaan pelanggaran berat yang berpotensi berakhirnya kartu merah secara langsung. Namun dalam aturan baru ini, VAR nantinya bisa memberi ikut rekomendasi terkait potensi kartu kuning kedua yang bisa membuat pemain diusir dari lapangan.
FIFA berencana menguji coba aturan tersebut di Piala Arab pada 1–18 Desember. Wacananya sebenarnya bukan hal baru, namun selama ini tertahan oleh penolakan dari sejumlah pihak, termasuk UEFA yang paling vokal menentang. Salah satu alasan penolakan adalah potensi tertundanya waktu pertandingan, terutama jika wasit harus terlalu lama memeriksa situasi yang menyangkut tendangan sudut.
Dengan semakin dekatnya Piala Dunia 2026, uji coba ini akan menjadi penentu apakah perluasan kewenangan VAR benar-benar bisa membuat pertandingan lebih adil atau justru menambah polemik baru di lapangan.
