Lini Belakang Real Madrid Jadi Sorotan Usai Laga vs Talavera

Lini Belakang Real Madrid Jadi Sorotan Usai Laga vs Talavera
Real Madrid sukses mengamankan tempat di babak 16 besar Copa del Rey musim 2025/2026 (Dok : Int).

KabarArena.com — Real Madrid memastikan langkah ke babak 16 besar Copa del Rey 2025/2026 setelah meraih kemenangan tipis 3-2 atas tim divisi tiga, CF Talavera de la Reina. Meski lolos, performa Los Blancos justru memunculkan catatan serius, terutama di sektor pertahanan.

Pertandingan yang berlangsung di Estadio El Prado, Rabu (17/12/2025), menjadi duel yang jauh dari kata mudah bagi Madrid. Menghadapi lawan dari kasta ketiga, tim asuhan Xabi Alonso harus bekerja ekstra keras untuk mengamankan kemenangan.

Kylian Mbappe tampil sebagai pembeda dengan mencetak dua gol krusial yang memastikan Madrid tetap bertahan di ajang piala domestik. Namun, kebobolan dua gol dari Talavera membuat lini belakang Los Blancos menjadi sorotan utama usai laga.

Laga ini juga tercatat sebagai pertemuan resmi pertama Talavera dan Real Madrid di Copa del Rey. Suasana padat tuan rumah mampu memberi tekanan berarti, sekaligus membuka celah pada batas pertahanan Madrid yang tampil kurang solid.

Kemenangan tipis tersebut menambah daftar kekhawatiran terkait stabilitas lini belakang Real Madrid. Sebelumnya, Los Blancos hanya mampu mencatatkan satu clean sheet dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi. Dalam periode tersebut, Madrid telah kebobolan total 11 gol.

Data juga menunjukkan tren negatif di paruh kedua pertandingan. Sebanyak 69 persen gol yang bersarang ke gawang Real Madrid di La Liga musim ini terjadi setelah turun minum. Situasi ini menimbulkan dugaan adanya masalah konsentrasi, fisik, maupun taktik penyesuaian.

Krisis cedera menjadi faktor utama di balik rapuhnya pertahanan Madrid. Sejumlah pemain inti seperti Dani Carvajal, Eder Militao, Ferland Mendy, dan Trent Alexander-Arnold absen dalam laga ini. David Alaba belum pulih sepenuhnya, sementara Antonio Rudiger diistirahatkan demi menjaga kondisi fisik.

Kondisi tersebut memaksa Xabi Alonso melakukan rotasi besar-besaran, termasuk memanggil tujuh pemain akademi untuk melengkapi skuad. Nama-nama seperti David Jimenez, Dean Huijsen, dan Alvaro Carreras dipercaya mengisi lini belakang dalam situasi darurat.

Meski menunjukkan potensi, para pemain muda tersebut masih terlihat rawan, terutama dalam duel dan menjaga koordinasi. Penampilan Fran Garcia di sektor kiri juga dinilai belum cukup meyakinkan secara defensif.

Kebobolan dua gol dari tim divisi tiga menjadi alarm bagi Real Madrid. Di tengah ambisi besar di berbagai kompetisi, pembenahan lini belakang tampaknya menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi Xabi Alonso agar Los Blancos tetap kompetitif hingga akhir musim.

Exit mobile version