KabarArena.com — Kemenangan tipis di kandang lawan belum membuat Real Madrid bisa bernapas lega. Meski unggul 1-0 pada leg pertama playoff knockout Liga Champions 2025/2026, Los Blancos diingatkan untuk tidak lengah saat menjamu Benfica di laga penentuan.
Gol spektakuler Vinicius Junior di Lisbon menjadi pembeda saat Madrid menaklukkan Benfica . Hasilnya membuat wakil Spanyol unggul agregat sementara dan berada di atas angin menuju babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025–26.
Namun, manajer interim Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan keunggulan tersebut belum menjamin apa pun.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Arbeloa memperingatkan bahwa pengendara tidak boleh merasa sudah aman, terutama menghadapi tim asuhan Jose Mourinho.
“Kami tidak boleh membuat kesalahan dengan mengira tim yang dilatih Mourinho sudah tersingkir hanya karena kalah 0-1. Saya tidak tahu jika ada orang yang menganggap seperti itu, namun pastinya orang itu bukan saya,” ujar Arbeloa.
Ia menilai Mourinho pasti langsung menyiapkan strategi balasan begitu laga pertama berakhir.
“Dia (Mourinho) sudah mulai mempersiapkan pertandingan berikutnya seketika ia masuk ke ruang ganti dan ini bukan hasil yang bisa membuat kami berleha-leha. Benfica bukan tim yang akan membiarkan kami tancap gas jika kami ingin mengalahkan mereka.”
Fokus 90 Menit di Bernabeu
Arbeloa menekankan bahwa tiket 16 besar hanya bisa diamankan jika Madrid kembali tampil disiplin dan efektif di leg kedua.
“Bernabeu akan menunggu kedatangan Benfica, dan para fans kami akan berada bersama kami dan itu akan menjadi faktor yang krusial,” sambung Arbeloa.
“Jika kami ingin menyingkirkan Benfica, kami masih harus memainkan 90 menit pertandingan dengan sangat baik, seperti yang kami lakukan hari ini,” tutupnya.
Menariknya, pada leg kedua nanti Benfica dipastikan tanpa kehadiran Mourinho di sisi lapangan. Pelatih berjuluk The Special One itu menerima kartu merah di penghujung laga pertama sehingga harus absen saat tim bertandang ke Santiago Bernabeu.
Meski agregat unggul, Madrid sadar satu gol bukan jaminan. Di Liga Champions, momentum bisa berubah dalam hitungan menit dan Arbeloa tak ingin tim jadi korban kelengahan.
