KabarArena.com — Langkah Timnas Iran menuju panggung Piala Dunia 2026 mendadak diselimuti kabut tebal. Di tengah panasnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, kepastian tampilnya Team Melli di turnamen empat tahunan itu kini jadi tanda tanya besar.
Iran sejatinya sudah mengamankan tiket ke putaran final setelah menjuarai Grup A kualifikasi zona Asia. Ini akan menjadi penampilan ketujuh mereka di Piala Dunia, termasuk dalam tiga edisi terakhir di Brasil, Rusia, dan Qatar.
Namun situasi berubah drastis setelah konflik yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran memanas, menyusul diumumkannya operasi militer besar.
Dengan waktu kurang dari empat bulan menuju kick-off, bayang-bayang absennya Iran memunculkan berbagai skenario yang harus dipertimbangkan FIFA.
Dalam jadwal resmi, Iran tergabung di Grup G. Mereka dijadwalkan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di SoFi Stadium, sebelum melawan Mesir di Lumen Field.
Berikut jadwal Iran di Grup G:
16 Juni 2026
Iran vs Selandia Baru
SoFi Stadium, Inglewood
21 Juni 2026
Belgia vs Iran
SoFi Stadium, Inglewood
27 Juni 2026
Mesir vs Iran
Lumen Field, Seattle
Seluruh pertandingan fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat. Dalam skenario tertentu, Iran bahkan berpotensi menghadapi tuan rumah AS di babak gugur jika kedua tim sama-sama finis sebagai runner-up grup masing-masing.
Meski demikian, situasi keamanan yang berkembang dalam beberapa hari terakhir membuat segalanya belum bisa dipastikan. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengakui ketidakjelasan tersebut.
“Yang pasti, setelah serangan ini, kami tidak bisa diharapkan menyambut Piala Dunia dengan penuh harapan,” katanya, dilansir dari portal olahraga Varzesh3, Selasa (3/3/2026).
Taj juga menegaskan bahwa saat ini ia belum mengetahui apakah Iran akan benar-benar berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
Sebagai catatan, warga negara Iran saat ini masuk dalam daftar pembatasan perjalanan yang diberlakukan pemerintah AS.
Namun, regulasi tersebut memberikan pengecualian bagi atlet, pelatih, staf pendukung, serta keluarga inti yang bepergian untuk ajang besar seperti Piala Dunia dan Olimpiade.
Di sisi lain, aktivitas sepak bola Iran belum sepenuhnya berhenti. Tim nasional putri Iran masih berlaga di Piala Asia Wanita 2026 di Australia, meski pelatih Marziyeh Jafari tidak memberikan komentar saat ditanya mengenai konflik yang sedang berlangsung.
Apabila Iran memutuskan mundur atau dilarang tampil, FIFA memiliki sejumlah opsi berdasarkan regulasi Piala Dunia 2026 yang dirilis tahun lalu.
Meski demikian, aturan tersebut tidak menjabarkan prosedur secara detail. Salah satu kemungkinan adalah mengubah Grup G menjadi hanya tiga tim.
