KABARARENA.COM — Pebulu tangkis Indonesia Nikolaus Joaquin menikmati pengalaman debutnya di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya meski langkahnya bersama Siti Fadia Silva Ramadhanti di nomor ganda campuran harus terhenti setelah melalui duel ketat tiga gim melawan wakil Thailand.
Joaquin/Fadia tersingkir setelah kalah dari Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat dengan skor 24-26, 21-17, 18-21.
Hasil tersebut sekaligus menghentikan perjalanan pasangan Indonesia yang sebelumnya mengalahkan wakil Maladewa, Fathimah N. Abdul Razzaq/Hussein Zayan S. Zaki, dua gim langsung 21-8, 21-14.
Bagi Joaquin, tampil di ganda campuran menjadi pengalaman berbeda. Pasalnya, nomor tersebut bukan spesialisasinya.
Pada Asian Games Aichi-Nagoya, Joaquin didaftarkan untuk dua nomor, yakni beregu putra dan ganda campuran. Ia tidak turun bertanding saat Indonesia berlaga di nomor beregu putra, tetapi turut menjadi bagian tim yang meraih medali emas.
Sementara di nomor perorangan, Joaquin dipasangkan dengan Fadia untuk turun di ganda campuran.
Akui Kesulitan di Poin Kritis
Menghadapi pasangan Thailand yang lebih berpengalaman bermain bersama di ganda campuran, Joaquin/Fadia mampu memberikan perlawanan hingga gim penentuan.
Fadia mengatakan dirinya dan Joaquin sebenarnya sudah siap menghadapi pola permainan apa pun. Namun, kesalahan sendiri pada poin-poin penting menjadi salah satu faktor yang membuat mereka gagal melanjutkan langkah.
“Bertemu pasangan Thailand yang memang fokus di ganda campuran dengan pengalaman yang banyak pasti penuh tantangan tapi sebenarnya kami sudah siap mau main apa saja. Hanya tadi di poin-poin kritis banyak melakukan kesalahan sendiri. Lebih tepatnya masih ada lebih kagoknya di lapangan,” ujarnya, Sabtu (26/9/2026).
Fadia mengatakan target awal mereka berada di nomor beregu. Sementara pada nomor perorangan, keduanya berusaha bermain tanpa beban dan berharap dapat membuat kejutan.
“Pastinya target awal kan beregu dulu lalu di perorangan kami lebih main nothing to lose saja. Berharapnya juga bisa kasih kejutan tapi ya sangat disayangkan. Saya tetap bersyukur karena mereka juga mengalahkan kami tidak mudah, kami sudah memberikan perlawanan terbaik,” kata Fadia.
Joaquin Nikmati Debut Asian Games
Meski gagal melangkah lebih jauh, Joaquin mengaku tetap menikmati kesempatan menjalani debutnya di Asian Games.
Terlebih, ia mendapat kesempatan berpasangan dengan Fadia dan mencoba nomor yang berbeda dari kebiasaannya.
“Rasanya saya senang karena sudah diberi kesempatan bermain di Asian Games dengan berpasangan kak Fadia. Memang tadi mainnya saya benar-benar menikmati, saya mengeluarkan semua yang saya punya. Hanya memang tadi di gim pertama dan ketiga saat poin kritis saya kurang bisa mengontrol diri saya sendiri lalu melakukan kesalahan yang sebenernya tidak perlu dilakukan,” ungkapnya.
Joaquin mengakui bermain di ganda campuran memberikan tantangan tersendiri. Jika biasanya lebih banyak bermain di depan, ia harus beradaptasi dengan tugas bermain di belakang sekaligus meng-cover Fadia.
“Bermain ganda campuran mengagetkan untuk saya bahkan sejak latihan karena biasa main di depan, sekarang harus main ke belakang dan cover kak Fadia. Tapi ini jadi pengalaman yang berharga buat saya, saya bersyukur akan hal itu,” kata dia.
Meski perjalanan di nomor ganda campuran berakhir lebih cepat, pengalaman tampil di Asian Games menjadi bekal berharga bagi Joaquin, terutama dalam beradaptasi dengan pola permainan dan tekanan pada pertandingan level internasional.
