KabarArena.com — Malam di Camp Nou berubah menjadi kisah pahit, Barcelona memang menang telak 3-0 atas Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey 2025/2026. Namun keunggulan 4-0 Los Rojiblancos di leg pertama menjadi tembok tebal yang tak mampu diruntuhkan.
Barcelona datang dengan beban berat setelah kalah 0-4 pada pertemuan pertama bulan lalu. Demi menjaga peluang mempertahankan gelar yang sudah 32 kali mereka raih, pasukan Hansi Flick membutuhkan performa nyaris sempurna.
Dua gol Marc Bernal dan satu gol penalti Raphinha sempat menghidupkan harapan publik tuan rumah. Sayangnya, gol keempat yang dibutuhkan untuk memaksakan perpanjangan waktu tak pernah datang meski tekanan terus dilancarkan hingga menit akhir. Kalah agregat 3-4 membuat Barcelona gagal melaju ke final.
Jalannya Pertandingan
Sejak awal laga, tuan rumah langsung menekan dan membombardir gawang Juan Musso. Raphinha hampir membuka skor ketika tembakannya hanya menghancurkan sisi luar jaring, hasil pressed tinggi yang membuat Atletico kesulitan mengembangkan permainan.
Ferran Torres dua kali mencoba peruntungannya, sementara Alejandro Balde yang masuk menggantikan Jules Kounde yang cedera turut menguji ketangguhan Musso.
Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-29. Lamine Yamal melakukan penetrasi di sisi kiri sebelum memberi ruang bagi Marc Bernal untuk mencetak gol tanpa kawalan. Harapan publik Camp Nou pun menyala.
Atletico sempat mengancam lewat Antoine Griezmann yang mengenai tiang sebelum dinyatakan offside. Ademola Lookman juga memperoleh peluang, namun tembakannya melebar.
Menjelang turun minum, Pedri menjatuhkan Clement Lenglet di kotak penalti. Raphinha sukses mencatatkan titik putih dengan mengecoh Musso dan memperkecil ketertinggalan agregat.
Memasuki babak kedua, Julian Alvarez memaksa kiper Barcelona, Joan Garcia, melakukan penyelamatan krusial.
Namun Bernal kembali menjadi sorotan setelah mencetak gol ketiganya malam itu, memanfaatkan umpan Joao Cancelo. Itu menjadi gol keempatnya dalam empat pertandingan terakhir.
Marcus Rashford juga bermain dari bangku cadangan saat Barcelona memburu gol tambahan. Tekanan terus digencarkan, tetapi peluang terbaik hanya datang dari tendangan melengkung Gerard Martin yang tipis melambung di atas mistar.
Gol keempat yang diperlukan untuk memperkuat perpanjangan waktu tidak pernah ada.
Bermodalkan kemenangan besar di leg pertama, pasukan Diego Simeone mampu bertahan hingga akhir dan mengamankan tiket final.
Mereka akan menghadapi duel pemenang antara Real Sociedad kontra Athletic Club di partai puncak.
Barcelona pun harus menerima kenyataan pahit: menang 3-0, tetapi gagal melangkah ke final.
Winger Barcelona, Raphinha, mengaku kecewa berat atas hasil tersebut. Ia menilai hasil leg pertama menjadi faktor penentu kegagalan kejuaraan.
“Kami kecewa dengan hasil ini karena kami ingin melaju ke babak final dan saya percaya bahwa performa yang kami tunjukkan tadi layak membuat kami masuk ke final,” buka Raphinha.
“Kami juga harus menghormati apa yang sudah dilakukan oleh Atletico. Pada akhirnya mereka adalah tim yang hebat dan mereka berjuang dengan keahlian tenaga untuk mempertahankan keunggulan mereka di laga ini.”
Kekalahan agregat ini menjadi pelajaran mahal bagi Blaugrana: satu malam buruk bisa menghancurkan segalanya. Sepak bola memang soal 90 menit, tapi kadang petaka sudah ditentukan jauh sebelum peluit akhir berbunyi.










