KabarArena.com — Debut Toprak Razgatlioglu di lintasan MotoGP belum berjalan semulus harapan. Hasil tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia, justru menjadi alarm awal bagi sang juara dunia Superbike yang tengah menapaki tantangan baru di kelas premier.
Pembalap Prima Pramac Racing itu harus puas menempati posisi ke-19 dalam kombinasi catatan waktu selama tes pramusim yang berlangsung pada 3–5 Februari 2026.
Capaian tersebut jelas jauh dari ekspektasi, mengingat Razgatlioglu datang ke MotoGP dengan status tiga kali juara WorldSBK.
Sebelumnya, rider asal Turki itu sempat merasa cukup optimistis setelah menjalani tes shakedown pada akhir Januari lalu.
Namun, saat berhadapan langsung dengan para pembalap MotoGP yang lebih berpengalaman, ia mengakui proses adaptasinya tidak berjalan mudah.
Razgatlioglu bahkan sempat membuntuti pembalap BK8 Gresini Racing, Alex Marquez, yang tampil impresif dengan catatan waktu tercepat sekaligus simulasi Sprint terbaik selama tes.
Pengalaman itu membuatnya takjub, sekaligus menyadari jarak performa yang masih harus ia kejar.
“Tak mudah melihat saya di posisi yang begitu rendah di daftar catatan, terutama setelah masa-masa di Superbike,” ungkap pembalap berjuluk El Turco dan Stoprak itu dilansir dari Motorsport Espana, dikutip Sabtu (7/2/2026).
“Saya mengikuti Alex dan melihatnya berkendara dengan sangat mulus, tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya mungkin akan kesulitan di lima balapan pertama,” lanjut pembalap berusia 29 tahun tersebut.
Tak hanya soal hasil, Razgatlioglu juga mengakui masih kesulitan menemukan kecepatan ideal saat menikung, aspek krusial yang membedakan karakter motor MotoGP dengan WorldSBK.
Ia bahkan merasa belum mampu sepenuhnya menerapkan masukan dari rekan setimnya, Jack Miller.
“Saya butuh bantuan saat berbelok. Saya berkendara seperti biasa, tetapi waktunya tidak tepat, dan itu jelas membuat motivasi saya turun,” tutur anak didik Kenan Sofuoglu itu.
“Dengan motor ini, Anda tidak bisa berbelok sambil membuka gas. Anda harus mengendarainya seperti Moto2. Itulah yang Jack, tapi memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan,” tutup Razgatlioglu.
Hasil tes di Sepang menjadi pengingat bahwa transisi dari WorldSBK ke MotoGP bukan sekadar soal kecepatan, melainkan juga soal adaptasi gaya balap. Musim masih panjang, tetapi bagi Razgatlioglu, pekerjaan rumah sudah menumpuk sejak awal.












