KabarArena.com — Langkah pertama selalu terasa berbeda. Bagi Alwi Farhan, awal Maret nanti bukan sekadar jadwal turnamen, melainkan momen yang selama ini ia simpan dalam daftar mimpi.
Untuk pertama kalinya, ia akan menyaksikan atmosfer All England, turnamen bulu tangkis tertua dan paling bergengsi di dunia, yang digelar 3–8 Maret 2026 di Birmingham.
Meski berstatus debutan, pebulu tangkis peringkat 14 dunia itu tak ingin terbebani ekspektasi. Ia memilih tampil lepas dan fokus pada permainan terbaiknya.
Di ajang ini, Alwi akan turun bersama wakil Indonesia lainnya, termasuk non-Pelatnas Jonatan Christie.
Bagi Alwi, ini menjadi turnamen Super 1000 ketiganya. Sebelumnya, ia sudah merasakan kerasnya persaingan di China Open dan Indonesia Open. Namun langkahnya kala itu terhenti di babak 32 besar dan 16 besar.
Pengalaman tersebut tak membuatnya surut. Justru, kesempatan tampil di level elite kembali, ditambah panggung bersejarah di Birmingham, membuatnya semakin termotivasi.
“Kalau Super 1000 sudah yang ketiga. Tapi main di Birmingham Arena jadi mimpi yang nyata. Pastinya senang dan antusias,” kata Alwi kepada wartawan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, dikutip Rabu (18/2/2026).
Ia mengakui, tampil di turnamen dengan sejarah panjang membawa kebanggaan tersendiri.
“Katanya kan lebih bergengsi turnamen tertua. Itu wishlist utama di sana dan juara di sana. Semoga ada hasil yang baik mengikutinya,” lanjutnya.
Namun Alwi juga sadar, rasa antusias bisa berubah menjadi tekanan jika tidak dikelola dengan baik. Terlebih lagi, ia menjadi satu-satunya wakil Pelatnas di sektor tunggal putra.
Oleh karena itu, ia memilih menurunkan ekspektasi dan mengalihkan fokus pada proses.
“Bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Apa yang dibor dan disiapkan. Untuk hasil biar saya janji sama diri saya sendiri. Saya tidak mau terbebani karena pertama kali tapi ingin coba yang terbaik di All England,” ujarnya.
Birmingham kini bukan lagi sekedar mimpi di kepala. Bagi Alwi Farhan, ini adalah panggung pembuktian, bukan soal seberapa besar sorotannya, tapi seberapa siap ia menjawabnya.












