MotoGP  

MotoGP Siapkan Aturan Baru Gaji Pembalap Jelang Kontrak 2027–2031

MotoGP Siapkan Aturan Baru Gaji Pembalap Jelang Kontrak 2027–2031
Pembalap MotoGP 2026 (Dok : int).

KabarArena.com — Dunia balap motor tengah bersiap memasuki babak baru. Penyelenggara MotoGP berencana menetapkan aturan upah minimum bagi pembalap mulai tahun 2027.

Langkah ini disebut sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pengendara menjelang periode kontrak tim 2027–2031.

Sejak Grand Prix balap motor pertama kali diadakan pada tahun 1949, ajang ini dikenal sebagai salah satu kompetisi olahraga kelas dunia yang belum memiliki standar gaji minimum bagi atletnya.

Kondisi tersebut menimbulkan kesenjangan pendapatan antara pembalap papan atas dan rider satelit maupun rookie.

Saat ini, pembalap seperti Marc Marquez dan Fabio Quartararo disebut memiliki gaji pokok tertinggi dengan nilai lebih dari €10 juta per musim.

Sebaliknya, sejumlah tim pembalap satelit dikabarkan hanya menerima bayaran sekitar €100 ribu hingga €350 ribu per musim.

Besaran tersebut dinilai tidak sebanding dengan risiko tinggi yang dihadapi pembalap di lintasan. Atas dasar itu, MotoGP Sports Entertainment Group sebagai pemegang hak komersial bertekad mendorong perubahan.

Mengutip laporan Motorsport.com, upah minimum yang tengah dibahas berada di kisaran €500.000 per musim untuk kelas utama MotoGP.

Namun, belum bisa dipastikan apakah kebijakan serupa juga akan diterapkan di kelas Moto2 dan Moto3.

Skema yang disiapkan menetapkan bahwa upah minimum tersebut merupakan gaji pokok, sehingga tidak termasuk bonus performa seperti pole position, podium, kemenangan balapan, hingga gelar juara dunia.

Pembahasan aturan ini dilakukan bersama Motorcycle Sports Produsen Association dan International Road Racing Teams Association, serta telah memasuki tahap akhir dalam negosiasi perpanjangan kontrak seluruh waktu untuk periode 2027–2031.

Wacana penetapan gaji minimum sebenarnya sudah mengemuka sejak 2022. Saat itu, para pembalap mengangkat isu perlindungan kontrak menyusul kontroversi sejumlah tim Moto2 dan Moto3 yang memutus kerja sama balap di tengah musim tanpa alasan yang jelas.

Pada periode yang sama, muncul pula usulan pembentukan persatuan pembalap, serupa dengan Grand Prix Drivers Association di Formula 1, dengan Sylvain Guintoli sempat diusulkan sebagai juru bicara. Namun hingga kini, organisasi tersebut belum terealisasi.

Jika diberlakukan, kebijakan upah minimum akan mengubah struktural penting dalam ekosistem MotoGP, bukan sekadar soal angka, tetapi juga perlindungan karier pembalap di tengah olahraga yang menuntut keberanian di setiap tikungan.

Exit mobile version