KABARARENA.COM — Timnas Jepang mencatat kemenangan bersejarah saat membungkam Tunisia dengan skor telak 4-0 pada matchday kedua Grup Piala Dunia 2026. Bukan sekadar meraih tiga poin, kemenangan Samurai Biru kali ini hadir dalam laga ke-1000 sepanjang sejarah Piala Dunia, sekaligus membangkitkan kenangan manis mereka saat pertama kali menaklukkan Tunisia pada edisi 2002.
Bertanding di Stadion Monterrey, Meksiko, Sabtu (20/6/2026) waktu setempat atau Minggu (21/6/2026) WIB, Jepang tampil dominan sejak awal laga. Empat gol kemenangan dicetak Daichi Kamada, Ayase Ueda yang memborong dua gol, serta Junya Ito.
Kemenangan tersebut semakin spesial karena pertandingan Jepang kontra Tunisia ditetapkan FIFA sebagai laga ke-1000 sepanjang sejarah Piala Dunia sejak turnamen pertama digelar pada 1930.
Untuk menandai momen bersejarah itu, FIFA bahkan menyematkan emblem khusus pada seragam pemain dan perangkat pertandingan. Jepang dan Tunisia menjadi dua negara yang mendapat kehormatan memainkan laga bersejarah tersebut.
Bagi Jepang, hasil pertandingan ini menjadi catatan manis yang mempertegas status mereka sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia di level dunia. Sebaliknya, Tunisia harus menelan kekalahan telak dalam pertandingan yang akan tercatat selamanya dalam sejarah Piala Dunia.
Mengulang Memori Indah Piala Dunia 2002
Kemenangan atas Tunisia juga membangkitkan memori manis Jepang pada Piala Dunia 2002 saat menjadi tuan rumah bersama Korea Selatan.
Saat itu, Jepang baru menjalani partisipasi kedua di putaran final Piala Dunia setelah debut pada edisi 1998. Pada penampilan pertamanya di Prancis 1998, Samurai Biru gagal meraih satu pun poin setelah kalah dari Argentina, Kroasia, dan Jamaika.
Empat tahun kemudian, Jepang mulai menunjukkan perkembangan pesat. Mereka meraih poin pertama di Piala Dunia setelah bermain imbang 2-2 melawan Belgia pada laga pembuka fase grup.
Kemenangan pertama Jepang di ajang Piala Dunia kemudian hadir saat mengalahkan Rusia 1-0 lewat gol Junichi Inamoto. Momentum tersebut berlanjut ketika mereka menundukkan Tunisia 2-0 pada laga terakhir fase grup.
Kala itu, gol pembuka Jepang dicetak Hiroaki Morishima pada menit ke-48 sebelum Hidetoshi Nakata menggandakan keunggulan pada menit ke-75.
Kemenangan tersebut mengantarkan Jepang mengoleksi tujuh poin dan untuk pertama kalinya lolos ke fase gugur Piala Dunia.
Dari Tim Debutan Menjadi Langganan Menang
Jika pada awal 2000-an kemenangan di Piala Dunia masih menjadi pencapaian besar bagi Jepang, kini situasinya telah berubah drastis. Samurai Biru telah menjelma menjadi salah satu tim Asia yang paling konsisten tampil kompetitif di panggung dunia.
Kemenangan 4-0 atas Tunisia menjadi bukti perkembangan tersebut. Jepang tidak hanya meraih hasil meyakinkan, tetapi juga menorehkan catatan penting dalam sejarah sepak bola dunia.
Bagi para pendukung Jepang, laga ke-1000 Piala Dunia ini akan dikenang bukan hanya karena status historisnya, tetapi juga karena menjadi panggung dominasi Samurai Biru yang kembali menulis kisah manis melawan Tunisia, 24 tahun setelah kemenangan bersejarah mereka di Osaka pada Piala Dunia 2002.










