KABARARENA.COM — Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengisyaratkan kemungkinan mengakhiri masa baktinya bersama La Albiceleste setelah kontraknya berakhir pada penghujung 2026. Pernyataan itu disampaikan usai Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026.
Kekalahan di partai puncak menjadi penutup perjalanan Argentina pada turnamen tersebut. Meski mampu membawa tim kembali menembus final, Scaloni mengaku membutuhkan waktu untuk memikirkan masa depannya sebagai pelatih tim nasional.
Pelatih berusia 48 tahun itu menyebut akan segera bertemu dengan Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) untuk membahas langkah berikutnya setelah kontraknya berakhir.
“Saya akan berbicara dengan presiden. Saya sudah memiliki gambaran mengenai apa yang ingin saya lakukan. Saya akan memenuhi kontrak saya, lalu kita lihat nanti,” ujar Scaloni dalam keterangan resminya di hadapan media, pada Senin (20/7/2026).
“Sejujurnya, saya merasa perlu berpikir lebih jauh mengenai posisi ini. Saya tidak tahu apakah saya bisa melakukan sesuatu sebesar ini lagi. Mungkin kami perlu berbicara.”
Soroti Tantangan Membangun Generasi Baru
Scaloni mengakui membangun kembali skuad Argentina setelah era penuh kesuksesan bukanlah tugas yang mudah.
Menurutnya, kelompok pemain yang berhasil membawa Argentina meraih berbagai prestasi dalam beberapa tahun terakhir merupakan generasi yang sangat istimewa dan belum tentu dapat terulang.
“Saya tidak pernah berpikir bahwa kami akan berada dalam posisi seperti ini (lolos ke final Piala Dunia 2026),” sambung Scaloni.
“Untuk melanjutkan, banyak hal yang dibutuhkan, terutama melakukan penyegaran dan membangun kembali kelompok seperti ini. Kelompok seperti ini kemungkinan besar tidak akan terbentuk lagi, dan itu sangat menyakitkan bagi saya,” pungkasnya.
Akui Keunggulan Spanyol
Selain membahas masa depannya, Scaloni juga memberikan apresiasi kepada Spanyol yang berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.
Argentina harus mengakui keunggulan La Roja setelah Ferran Torres mencetak gol tunggal pada babak tambahan waktu. Kekalahan tersebut terjadi setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah pada penghujung waktu normal sehingga Albiceleste harus bermain dengan 10 pemain.
Meski berada dalam situasi sulit, Argentina mampu bertahan hingga pertandingan memasuki babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya kebobolan.
Scaloni menilai Spanyol tampil lebih baik dan layak meraih gelar juara dunia.
Di sisi lain, ia tetap menyampaikan rasa bangga terhadap perjuangan para pemain Argentina yang kembali berhasil membawa negaranya menembus final Piala Dunia.
Menurutnya, perjalanan Albiceleste sepanjang turnamen menjadi pencapaian yang patut diapresiasi meski gagal mempertahankan trofi juara dunia.
