KabarArena.com — Final Piala Asia Futsal 2026 akan mempertemukan dua kekuatan dengan latar berbeda, Indonesia yang sedang menulis sejarah dan sang raja Iran.
Namun, di balik status unggulan dengan koleksi 13 gelar juara, pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaei, menekankan tak ingin terlena oleh masa lalu jelang duel melawan Indonesia di Indonesia Arena, Sabtu (7/2/2026).
Laga puncak ini akan berlangsung di hadapan publik tuan rumah, dengan Timnas Futsal Indonesia datang berstatus underdog.
Meski demikian, dukungan ribuan suporter dan performa konsisten sepanjang turnamen menjadikan Merah Putih menjadi ancaman serius bagi Tim Melli.
Iran sendiri merupakan tim yang terlibat sepanjang sejarah Piala Asia Futsal. Mereka telah mengoleksi 13 gelar juara, masing-masing diraih pada edisi 1999, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2007, 2008, 2010, 2016, 2018, dan 2024.
itu jauh meninggalkan Jepang yang baru mengoleksi empat gelar pada 2006, 2012, 2014, dan 2022.
Dalam sesi konferensi pers pada Jumat (6/2/2026), Shamsaei mengakui dominasi Iran memang mencolok dibandingkan negara lain.
Namun ia menekankan bahwa statistik tidak akan menentukan hasil di lapangan.
“Pertama-tama, saya ingin menegaskan bahwa jumlah trofi dan gelar juara yang dimiliki futsal Iran memang sangat berbeda dibandingkan negara dan tim lain,” ujar Vahid Shamsaei dalam konferensi pers sebelum babak final.
“Kami memiliki jarak yang cukup jauh dibandingkan tim-tim lainnya,” lanjut pelatih yang juga pernah mengoleksi delapan gelar Piala Asia Futsal saat masih aktif sebagai pemain.
Meski begitu, Shamsaei menegaskan seluruh pencapaian itu hanyalah catatan sejarah. Menurutnya, final Piala Asia Futsal 2026 adalah lembaran baru yang harus dihadapi dengan fokus penuh.
“Namun itu semua adalah masa lalu. Besok adalah pertandingan baru, hari yang baru, dan trofi yang baru,” ucapnya.
Iran pun tak menutup mata terhadap kekuatan Indonesia. Tim tuan rumah tampil mengesankan sejak fase awal turnamen dan datang ke final dengan kepercayaan diri yang tinggi.
Ditambah lagi, atmosfer Indonesia Arena yang hampir selalu penuh diyakini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Team Melli.
Dengan pengalaman panjang dan mental juara, Iran datang sebagai favorit. Namun, dengan semangat, momentum, dan dukungan publik, Indonesia siap membuat final ini menjadi lebih dari sekedar cerita tentang unggulan dan underdog.










