Uston Nawawi Siapkan Strategi Redam PSM yang Tengah On Fire

Uston Nawawi Siapkan Strategi Redam PSM yang Tengah On Fire
Suasana latihan persiapan Persebaya melawan PSM (Dok: Ist).

KabarArena.com — Caretaker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, terus mematangkan persiapan timnya jelang laga tunda pekan ke-4 BRI Super League 2025/26 melawan PSM Makassar, di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sabtu (6/12/2025).

Pertandingan ini diprediksi menjadi ujian berat bagi Bajol Ijo yang sedang mencari momentum kebangkitan setelah tiga laga terakhir gagal meraih kemenangan.

Persebaya datang ke Parepare dengan modal tiga hasil imbang beruntun melawan Persik Kediri, Arema FC, dan Bhayangkara Presisi Lampung FC yang membuat tren mereka stagnan. Situasi ini memaksa Uston untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kita tentunya mempersiapkan diri dan berjuang sekeras mungkin untuk mendapatkan poin. Setelah libur selama dua hari, evaluasi sudah dipersiapkan, selanjutnya akan ada meeting dengan pemain,” ujar Uston, Kamis (04/12).

Berbanding terbalik dengan Persebaya, PSM Makassar justru sedang berada dalam performa terbaik. Kehadiran pelatih baru, Tomas Trucha, membawa energi berbeda bagi Juku Eja. Dalam tiga laga terakhir, PSM selalu meraih kemenangan, termasuk kemenangan dramatis 3-4 atas Persis Solo pekan lalu lewat aksi remontada Victor Dethan dan rekan-rekan.

Tren positif ini membuat PSM menjadi lawan yang harus diwaspadai. Uston mengakui bahwa perubahan di kubu lawan membuat PSM semakin solid dan berbahaya.

Performa agresif, transisi cepat, dan efektivitas serangan balik PSM menjadi perhatian khusus staf pelatih Persebaya. Selain itu, atmosfer di Stadion Gelora B.J. Habibie yang dikenal angker bagi tim tamu dianggap sebagai faktor tambahan yang harus diantisipasi.

Namun demikian, Uston menegaskan bahwa Persebaya tidak akan datang ke Parepare dengan mental inferior. Ia menekankan pentingnya konsentrasi, disiplin, serta kerja sama antarlini untuk meredam agresivitas PSM.

Meski situasi terlihat berat, Uston tetap optimistis timnya bisa meraih hasil positif dan mengakhiri paceklik kemenangan.

“PSM dengan pelatih baru ini, dalam tiga laganya selalu menang. Kemarin kita memang belum menang. Tetap kita diskusi dengan pemain, intinya satu, tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan,” tegasnya.

Uston menyebut bahwa kedisiplinan pemain dalam menjalankan instruksi akan menjadi kunci. Ia ingin Persebaya tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, sekaligus memperkuat organisasi pertahanan untuk meredam pressing tinggi PSM.

Pertandingan ini menjadi penentu arah langkah Persebaya ke depan apakah mampu bangkit di momen krusial atau kembali mendapat tekanan akibat hasil yang tak memuaskan. Semua akan terjawab saat Bajol Ijo berhadapan dengan Juku Eja yang tengah berada di puncak performa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *